Persinga Ngawi Ingin Nama Baiknya Dipulihkan

Laskar Ketonggo ingin nama baik dan kehormatannya dipulihkan karena manajemen Persinga menilai ada yang tidak beres dalam masalah ini.
Kami ingin nama baik dan kehormatan klub ini dipulihkan kembali karena ada kesalahan fatal yang dilakukan terutama soal penjatuhan sanksi diskualifikasi, tukas Sekretaris Tim Persinga Ngawi, Gembong Pranowo, beberapa waktu lalu.
Karena dalam aturan tak tercantum sanksi tersebut. Pasal diskualifikasi baru dibuat setelah ada kasus kerusuhan yang dilakukan Persinga terhadap wasit pada laga melawan PSS Sleman lalu. Seharusnya, aturannya dibuat dulu lalu diterapkan. Bukan sebaliknya, imbuhnya.
Persinga Ngawi didepak dari kompetisi ISC-B 2016 sebagai akibat aksi pengeroyokan wasit saat laga melawan tuan rumah PSS Sleman beberapa waktu lalu. Lima pemain Persinga pun dijatuhi sanksi karena terbukti melakukan tindakan brutal tersebut.
Kelima pemain Persinga Ngawi yang dijatuhi sanksi berupa larangan bermain selama 6 bulan dan denda masing-masing sebesar 50 juta rupiah adalah Slamet Hariyadi, Andre Eka Prasetya, M. Fatkhur Rosi, M. Zamnur, dan Moch. Pujiantoro.
Kami legawa menerima sanksi untuk lima pemain yang memang indisipliner. Tapi sanksi terhadap klub seolah mematikan kiprah kami, keluh Manajer Persinga Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko.
Seharusnya ada unsur pembinaan, bukan langsung dihukum. Karena aturannya memang tak tercantum dalam regulasi kompetisi ISC B, tambahnya.

talkfusion-erfolg.com SITUS TOGEL ONLINE TERPERCAYA dan terbaik, bandar judi terbesar, daftar info agen betting aman,resmi Indonesia Sumber: Sidomi