Madura United Tuntut Robert Rene Alberts Minta Maaf

Pelatih asal Belanda itu pun dituntut untuk meminta maaf. Jika tidak, manajemen Laskar Sapeh Kerab akan membawa masalah ini ke ranah hukum.
Usai PSM Makassar kalah di kandang Madura United dengan skor telak 4-1 dalam lanjutan kompetisi Indonesia Soccer Championship A (ISC A) atau Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 beberapa waktu lalu, Robert Rene Alberts menuding bahwa ada mafia di persepakbolaan Indonesia.
Madura United menuntut (Robert Rene Alberts) meminta maaf dan mencabut pernyataan tersebut, tukas Ziaul Haq selaku Direktur PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) yang menaungi Madura United beberapa waktu lalu.
Jika tidak, kami mempertimbangkan untuk melaporkan Robert Rene Alberts ke kepolisian karena pernyataannya jelas-jelas fitnah dan pencemaran nama baik, tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Robert Rene Alberts melancarkan tudingan bahwa ada mafia di persepakbolaan Indonesia setelah tim besutannya kalah telak di kandang Madura United. Ini bukan tentang pertandingan. Sayang sekali pertandingan dihancurkan oleh mafia, kecamnya.
Pemain muda kami berlatih dengan keras sejak awal. Kita sangat optimis awalnya. Tetapi ada yang bermain di belakang. Seharusnya pertandingan ini akan menyenangkan, namun tidak ada yang senang akhirnya, tambah mantan pelatih Arema ini.
Ini bukan sebuah pertandingan, ini dikontrol oleh seseorang yang ingin Madura menang. Kalau wasit seperti ini berada di Makassar, tentu akan menjadi masalah besar. Ini bukan pertandingan yang adil. Sayang sekali pertandingan bagus dihancurkan oleh mafia, tutupnya kesal.

talkfusion-erfolg.com agen domino Sumber: Sidomi