Wall Street Berakhir Negatif

NEW YORK, RIMANEWS – Wall Street menutup akhir pekan di zona merah. Indeks S&P 500 nyaris cetak rekor tertinggi sebelum akhirnya ditutup melemah gara-gara dihantam data ekonomi Amerika Serikat (AS). Data home resales atau penjualan rumah yang sudah dibangun di AS jatuh lebih dalam dari perkiraaan analis sampai ke titik terendahnya dalam 18 bulan terakhir. Pembeli kesulitan mencari rumah karena cuaca yang ekstrim dan stok rumah terbatas. Pelaku pasar memang sudah mengantisipasi bahwa cuaca yang ekstrim akan mempengaruhi ekonomi negeri Paman Sam. Beberapa data yang sudah dirilis juga menunjukkan perlambatan. “Secara garis besar kita masih akan melihat data ekonomi yang terkena imbas cuaca buruk,” kata Michael James, managing director dari Wedbush Securities di Los Angeles, seperti dikutip Reuters, Sabtu (22/2/2014). Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 29,93 poin (0,19%) ke level 16.103,30. Indeks S&P 500 kehilangan 3,53 poin (0,19%) ke level 1.836,25. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 4,135 poin (0,10%) ke level 4.263,41. Dalam sepekan, Indeks Dow Jones menipis 0,3% dan Indeks S&P 500 berkurang 0,1%. Sementara Indeks Komposit Nasdaq naik tipis 0,5% menguat tiga pekan berturut-turut. [rm/dtk] Baca Juga Hubungan Rusia-AS membeku Industri properti topang kenaikan IHSG Penutupan sesi I, IHSG menguat lima poin Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : AS , IHSG , indeks , Bursa , WallStreet , AS , IHSG , indeks , Bursa , WallStreet , AS , IHSG , indeks , Bursa , WallStreet

Sumber: RimaNews