Putus Harapan, Anak-anak Jalur Gaza Buang Ijazah ke Laut

Rimanews – Penjajahan yang dilakukan Israel atas Palestina telah menghancurkan harapan banyak anak di Jalur Gaza. Beberapa pelajar membuang ijazah mereka dan mengatakan mereka “tidak percaya lagi terhadap kemanusiaan dan dewan hak asasi manusia di dunia”. Seperti dilansir kantor berita Maan News , Minggu (8/2) seorang siswi mengatakan ia sebenarnya telah diterima di sebuah universitas di luar negeri, tapi tak bisa meninggalkan Gaza karena perbatasan Rafah ditutup. Rafah adalah satu-satunya gerbang penghubung Gaza dengan dunia, namun Mesir tak dapat membukanya tanpa “persetujuan” Israel. Baca Juga Wanita Muslim akan jadi perdana menteri Rumania Pria Malaysia sembunyikan 900 gram heroin di celana dalam Kepsek di China diskors setelah 400 siswanya ujian di tengah kabut polusi Para siswa itu meminta masyarakat internasional, terutama Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), untuk memenuhi tanggung jawab mereka terhadap wilayah yang diblokade. Analis menuduh Mesir bertindak sebagai kepanjangan tangan dari Israel dan mendukung blokade yang dilakukan Tel Aviv atas Gaza. “Blokade Mesir atas Gaza adalah ilegal. Hal ini bertentangan dengan semua jenis etika dan melawan hukum kemanusian internasional. Ini adalah hukuman kolektif,” kata analis politik Hani al-Basous. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Buang Ijazah , Jalur Gaza , Penjajahan Israel , timurtengah , Internasional

Sumber: RimaNews