Polisi: KPK Sudah Serahkan Pengusaha Pemilik Sabu

Rimanews – Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah orang terkait korupsi yang melibatkan politisi Partai Hanura Dewie Yasin Limpo. Sejumlah orang ditangkap, dan ada seorang pengusaha bernama Harry kedapatan membawa narkoba. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal mengatakan, KPK telah menyerahkan Heri ke Polda Metro Jaya pada dinihari pukul 03.00 WIB. Baca Juga Saipul Jamil tersangka suap Kapolri Sering Tidak Tahu Anak Buahnya Dipanggil KPK atau Pengadilan KPK Banding Atas Vonis Terhadap Panitera PN Jakpus “Tersangka atas nama Stefanus Harry Jusuf umur 41 tahun,” kata Iqbal ketika dikonfirmasi. Heri yang beralamat di jalan Gading Kirana Barat IV blok F4 no 9 Kelapa Gading Jakarta Utara itu kedapatan membawa satu klip plastik shabu seberat 0.67 gram. Dari hasil tes urine, Harry positif mengkonsumsi Sabu-Sabu. Hingga saat ini, tambah Iqbal, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya masih mengembangkan kepemilikan barang haram tersebut dari Harry. Seperti diketahui, Harry ditangkap di sebuah rumah makan di Kepala Gading, Jakarta Utara. Harry ditangkap saat perantara Dewie, Rinelda Bandaso menerima suap 177.700 Dolar Singapura. Dalam pertemuan tersebut hadir juga Septyadi (pengusaha), Devianto (ajudan), Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Deiyai Irianus. Mereka ditangkap pukul 17.45 WIB. Selanjutnya, penyelidik dan penyidik KPK menangkap Dewie bersama stafnya Bambang Wahyu Hadi di Bandara Soekarno-Hatta pukul 19.00 WIB. Suap tersebut terkait pembahasan anggaran pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Kabupaten Deiai Papua tahun anggaran 2016. Berdasarkan hasil pemeriksaan, KPK telah menetapkan lima orang tersangka. Dua tersangka yang diduga sebagai pemberi adalah Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Deiai Iranius dan seorang pengusaha Setyadi dan disangka Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo pasaP 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana. Sementara tiga tersangka lainnya yakni, Dewie Yasin Limpo, Rinelda Bandaso dan Bambang Wahyu Hadi diduga sebagai penerima dan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Dewie Yasin Limpo , OTT , KPK , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews