PLN Fokus Bangun Jaringan Listrik di Jatim

Surabaya – PT PLN Persero Regional Jawa bagian Timur dan Bali saat ini fokus pada pembangunan jaringan tegangan ekstra tinggi 500 KV hingga tegangan menengah 20 KV dan tegangan rendah 220 V atau 380 V untuk meningkatkan keandalan suplai listrik di seluruh wilayah Jawa Timur. Kepala Divisi Pengembangan Regional Jawa Bagian Timur dan Bali, Paranai Suhasfan, mengatakan, saat ini suplai listrik untuk wilayah Jatim sangat besar. Daya mampu di wilayah ini mencapai 9.000 MW, sementara beban puncak di Jatim hanya dikisaran 5.263 MW. Selain itu, listrik di Jatim juga disalurkan ke Jawa Tengah dan Jawa Barat yang mencapai sekitar 1.364 MW dan ke Bali sekitar 300 MW. Dengan demikian, surplus cadangan listrik di Jatim saat ini mencapai sekitar 2.000 MW dan masih sangat mampu menyuplai kebutuhan listrik di Jatim dengan tingkat kenaikan yang mencapai 500 MW per tahun. “Untuk itu, saat ini kami lebih berkonsentrasi meningkatkan keandalan suplai listrik dengan membangun gardu induk dan jaringan listrik, mulai dari jaringan tegangan ekstra tinggi, tegangan menengah dan tegangan rendah,” kata Paranai di sela acara Multi Stakeholder Forum di Surabaya, Selasa (20/12). Dijelaskan, untuk pembangunan jaringan tegangan ekstra tinggi 500 KV dari Grati Pasuruan hingga Gardu Induk Surabaya Selatan di Wonorejo Surabaya ditargetkan selesai pada tahun 2019. Proyek tersebut sempat tertunda selama 18 tahun dan baru terealisasi pada tahun 2016 ini. “Gardu Induknya sudah ada, tinggal jaringan yang belum,” jelasnya. Paranai mengakui pembangunan jaringan tegangan ekstra tinggi itu lebih rumit karena melewati Bandara Juanda. Agar tidak menghalangi pesawat yang melintas kabel tidak bisa dibentangkan diatas melainkan harus ditanam dibawah tanah. Selain rumit, karena ditanam dibawah tanah investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan jaringan tegangan ekstra tinggi itu juga bisa mencapai tiga kali lipat dibanding dengan jaringan kabel yang dibentangkan diatas. “Investasinya bisa sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun. Kalau pembangunan jaringan atas, mungkin hanya sekitar satu per tiganya saja,” terang Paranai. Dikatakan, beroperasinya gardu induk Surabaya Selatan itu akan memperkuat keandalan suplai listrik di Surabaya. Sejauh ini, kebutuhan listrik Surabaya hanya disuplai dari Gresik dan Ngimbang. “Kalau misalnya listrik Surabaya padam, maka bisa langsung disupport dari Grati,” tandasnya. PLN juga tengah mengerjakan pembangunan jaringan ekstra tinggi dari Paiton ke Bali dengan membangun tower setinggi 340 meter di daerah Banyuwangi dan Bali. Saat ini, masih dalam tahap penentuan lokasi tower. “Kami menargetkan akan beroperasi di tahun 2019. Sementara investasinya juga mencapai triliunan rupiah,” imbuh Paranai. Selain itu, PLN juga berencana membangun jaringan menengan dan rendah sepanjang 1.600 kilometer di seluruh Jatim hingga tahun 2017. Dan khusus untuk wilayah Madura, dalam waktu dekat PLN akan menambah dua kabel bawah jembatan Suramadu dengan kapastas 200 MW. Sehingga nantinya, suplai listrik ke wilayah Madura yang melewati empat kabel bawah Suramadu akan mencapai 400 MW. “Kami juga berancana untuk membangun PLTGU di wilayah Madura bagian Selatan di daerah Sumenep dan Utara kira-kira di daerah Batu Kerbau dengan kapasitas 50 MW,” kata Paranai. Amrozi Amenan/FER Investor Daily

Sumber: BeritaSatu