Murphy Oil Hengkang dari Indonesia, Ini Alasannya

Rimanews – Perusahaan minyak asal Amerika Serikat, Murphy Oil Corporation memutuskan untuk keluar dari Indonesia. Keputusan itu diambil karena Murphy Oil tidak menemukan cadangan migas yang ekonomis di Indonesia. “Ternyata komitmen yang dijalankan tidak menemukan cadangan yang ekonomis sehingga dia (Murphy Oil Coproration) hengkang (keluar) bukan karena apa-apa karena memaang geologinya tidak mendukung yang dia cari,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK Migas Elan Biantoro di Jakarta, Kamis (9/7/2015). Baca Juga DPR: tak ada kemiripian uang rupiah baru dengan yuan China Dominasi Pasar Nonmigas Indonesia Presiden Jokowi Kongkretkan Kerjasama Migas Dengan Iran Ia mengatakan Murphy Oil Corporation akan mengembalikan dua blok migas, yakni Blok Semai II di Papua Barat dan Blok South Barito di Kalimantan Selatan setelah ekplorasi tidak didapatkan adanya cadangan migas yang komersial. Elan engatakan setelah melakukan survei seismik, salah satu kegiatan eksplorasi migas, Murphy Oil Corporation Blok South Barito mengetahui bahwa blok tersebut tidak memiliki prospek yang menarik untuk dilakukan pengeboran minyak. “Kalau dibor ya gak akan dapat sesuatu yang signifikan jadi dia akan mengembalikan begitu, jadi bukan karena waktu itu Indonesia harga minyaknya turun bukan, memang prospeknya di South Barito itu waktu itu dinilai oleh Murphy belum cukup ekonomis untuk skala mereka,” ujarnya. Ia mengatakan proses pengembalian tentu membutuhkan waktu yang cukup lama karena akan melakukan berbagai kegiatan antara lain mekanisme pengembalian melalui verifikasi data, pengembalian seluruh data dan pencatatan seluruh aset. “Prosesnya memang lebih di South Barito itu adalah pengembalian datanya, data-data yang sudah didapatkan kan itu berdasarkan undang-undang itu milik negara jadi dia akan kembalikan, nah itu biasanya nanti itu ke SKK Migas, SKK Migas serahkan ke Pusdatim. Setelah data, aset-aset,” katanya. Ia mengatakan proses pengembalian Blok South Barito kepada pemerintah telah berjalan selama hampir sepuluh bulan dan masih akan berlanjut ke depannya hingga seluruh proses selesai. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : migas , bisnis , Ekonomi

Sumber: RimaNews