Ketegangan Irak Dorong Harga Emas Naik Lebih Tinggi

RIMANEWS-Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir sedikit lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), didorong meningkatnya ketegangan di Irak. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 1,8 dolar AS atau 0,14 persen, menjadi menetap di 1.318,4 dolar AS per ounce. Investor sedang memantau kekerasan yang meningkat di Irak, di mana kelompok militan selama akhir pekan telah menguasai sepotong wilayah baru di sebelah barat negara itu. Menteri Luar Negeri AS John Kerry bertemu dengan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki untuk membahas memerangi kelompok gerilyawan yang memperoleh kekuatan di bagian barat Irak. Namun data ekonomi AS yang dirilis pada Senin membatasi kenaikan harga emas lebih lanjut. Penyesuaian secara musiman Indeks Pembelian Manajer (PMI) manufaktur AS dari Markit tercatat 57,5 pada Juni, naik dari 56,4 pada Mei, menunjukkan kemajuan terkuat dalam kondisi bisnis secara keseluruhan sejak Mei 2010, perusahaan data keuangan Markit melaporkan. Penjualan “existing-home” (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan rumah yang dijual kembali) meningkat 4,9 persen pada Mei ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 4,89 juta unit, menandai persentase kenaikan bulanan tertinggi sejak Agustus 2011, menurut Asosiasi Makelar Perumahan Nasional (NAR). Angka perumahan terbaru melampaui ekspektasi pasar dan mengindikasikan bahwa aktivitas penjualan berbalik naik setelah lesu pada kuartal pertama. Di Tiongkok, angka awal indeks pembelian manajer sektor manufaktur dari HSBC melonjak menjadi 50,8 dari data akhir 49,4 pada Mei, mencapai tingkat tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Emas berdiri di atas 1.300 dolar AS karena krisis di Irak pekan lalu. Namun para analis meragukan apakah kenaikan emas di atas 1.300 dolar AS bisa bertahan, mengutip lambannya permintaan fisik untuk logam mulia saat ini serta penurunan permintaan dari “exchange-traded funds” (reksadana yang diperdagangkan di bursa). HSBC memperkirakan harga emas pada 1.292 dolar AS per ounce pada akhir tahun ini. Perak untuk pengiriman Juli turun 3,3 sen, atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 20,916 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 0,7 dolar AS, atau 0,05 persen, menjadi berakhir pada 1.456,6 dolar AS per ounce.[ach/rm] Baca Juga AS Kirim 200 Tentara Tambahan ke Suriah Militer Irak “Tak Sengaja” Serang Warga Sipil, 52 Tewas Koalisi AS Mengaku Tak Sengaja Bunuh 54 Warga Sipil di Irak dan Suriah Pohon Natal dari Emas Murni Dijual Rp27 Miliar Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Irak , emas , Bursa , Comex , Irak , emas , Bursa , Comex

Sumber: RimaNews