Ini Tantangan Luhut untuk MKD DPR

Rimanews – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan menantang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR untuk memnaggil dirinya terkait kasus rekaman pemulusan perpanjangan kontrak karya PT Freeport. “Kan sudah saya jawab berkali-kali, siap. Saya malah senang kalau dipanggil biar saya jelaskan semua,” kata Luhut, ketika dikonfirmasi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/12/2015). Baca Juga Dua Wanita Bawa “Obat Kuat” ke DPR Anas Urbaningrum imbau kader Demokrat gabung Hanura Sidang dipindah, Ahok: saya nurut saja Menkopolhukam sendiri tetap membantah dirinya mendukung perpanjangan kontrak PT.Freeport. “Tapi satu yang mau saya bilang sama teman-teman posisi saya dari awal, sekarang, dan ke depan ‎tidak pernah berubah. Saya tidak pernah setuju perpanjangan Freeport itu sebelum 2019,” tegas dia. Namun, Luhut mengaku belum mendengar bukti rekaman terkait kasus pecantutan nama presiden dan wakil presiden yang telah dibuka dalam persidangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR bersama Menteri ESDM Sudirman Said. “Jadi saya belum dengar malah. Nanti setelah acara ini saya akan bicara,” ujar dia. Kader senior Partai Golkar itu membantah kasus pencatutan nama dalam perpanjangan kontrak PT Freeport itu membuat kondisi Papua memanas. “Panas? Apanya panas. Enggak juga. Biasa saja,” tandas Luhut. Dalam rekaman yang dibuka di MKD itu, nama Luhut disebut sebanyak 66 kali dalam percakapan antara Setya Novanto, Riza Chalid dan Maroef Sjamsuddin. Percakapan itu diduga membahas perpanjangan kontrak Freeport. Ketua DPR dan Riza juga diduga melobi untuk meminta jatah saham di PT. Freeport. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Makelar Saham Freeport , luhut panjaitan , setnov catut nama Jokowi-JK , mkd dpr , politik , Nasional

Sumber: RimaNews