Atletik 100M Putra, Skenario Emas Bolt

JUARA.net – Alur film aksi biasanya dimulai dengan kemalangan sang tokoh utama dan berakhir bahagia di ujung film. Kehidupan memang bukan film, tetapi nampaknya sang manusia tercepat dunia yang merupakan aktor utama sprint putra dunia saat ini, Usain Bolt, bakal mengalami skenario layaknya film aksi di Olimpiade Rio 2016. Walau bukan pemilik waktu tercepat di dunia (season best) hingga Juli 2016 pada nomor lari 100 meter, Bolt dipastikan bakal menjadi kandidat kuat peraih emas Olimpiade di nomor tersebut. Status bukan pemilik season best ini bukan yang pertama bagi sprinter asal Jamaika itu. Pada 2015, season best menjadi milik Justin Gatlin (AS) dengan catatan waktu 9,74 detik. Namun, Bolt yang merebut emas Kejuaraan Dunia Atletik 2015 dengan waktu 9,79 detik sekaligus runner-up season best tahun itu. Gatlin meraih perak (9,80 detik). Skenario yang sama nampaknya akan terjadi di Rio 2016. Tahun ini, Gatlin kembali menjadi pemilik season best dengan waktu 9,80 detik, sedangkan Bolt hanya duduk di ranking empat (9,88 detik). Trayvon Bromell (AS) duduk di posisi kedua season best (9,84 detik) dan Jimmy Vicaut (Prancis) di ranking tiga (9,86 detik). “Saya tak memikirkan tentang orang lain, hanya fokus pada diri sendiri. Tak sabar mau berlari. Saya sudah merasa bosan hanya duduk-duduk di perkampungan atlet,” ucap Bolt, pemilik tiga rekor dunia, seperti dilansir CNN. Bolt kerap belum maksimal di turnamen minor karena dia mengikuti program dan tappering sang pelatih untuk mencapai performa puncak di ajang utama, seperti Olimpiade atau Kejuaraan Dunia. Dengan kata lain, Bolt bakal tampil habis-habisan di Rio 2016. Memburu Sejarah Selain itu, pria dengan tinggi 195cm itu tentu tergiur untuk semakin meningkatkan superioritasnya di nomor ini dengan mencetak hattrick di nomor lari 100 meter. Ya, Bolt meraih emas nomor 100 meter di Beijing 2008 dan London 2012. Dia orang kedua setelah Carl Lewis yang bisa meraih emas beruntun di nomor itu. Seandainya Bolt meraih emas di Rio 2016, dia bakal mencetak sejarah dan semakin menahbiskan diri sebagai manusia supercepat dunia. Baca Juga: Cetak 17 Gol, Arsenal Paten dengan Satu Formasi LEGENDA: Ronaldo, Penguasa Dunia dengan Kekuatan Supernatural Xavi Ungkap Satu Hal yang Tak Bisa Ditoleransi Guardiola Saat ini Bolt telah mengoleksi enam emas Olimpiade, tiga di Beijing 2008 dan tiga di London 2012. Emas itu berasal dari nomor 100 meter, 200 meter, dan estafet 4 x 100 meter. Bolt mengaku tak mengalami kendala apa pun. Padahal, sprinter berusia 29 tahun ini sempat mengalami cedera hamstring beberapa pekan lalu. “Saya bersemangat sekali menuju lomba. Saya akan mendapat emas, tak ada hal lain yang diharapkan di kejuaraan selain emas,” tutur pemilik rekor dunia 100 meter dengan waktu 9,58 detik ini. Bolt turun di Estadio Olimpico Joao Havelange, Rio de Janeiro, pada heat yang digelar Sabtu (13/8) dan semifinal serta final pada Minggu. Sementara itu, sprinter muda Indonesia, Sudirman Hadi, juga akan tampil di nomor lari 100 meter putra.

Sumber: Juara.net