Komisi Banding ISC Tolak Persinga Ngawi

Komisi Banding ISC justru menguatkan keputusan Komisi Disiplin yang menjatuhkan sanksi berat untuk Persinga. Dengan demikian, finalis Piala Kemerdekaan 2015 ini tetap didepak dari kompetisi.
Saya terima surat dari Komding (Komisi Banding). Upaya kami sudah maksimal, ungkap Manajer Persinga Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, beberapa waktu lalu.
Kami sekarang pasrah dengan SK Komding tersebut karena banding jadi upaya terakhir kami mencari keadilan. Secara regulasi Komding merupakan peradilan tertinggi di sepak bola kita, lanjutnya.
Didiskualifikasinya Persinga Ngawi tidak lepas dari aksi brutal beberapa pemainnya yang telah terbukti melakukan aksi pemukulan dan pengeroyokan terhadap wasit dalam laga lanjutan ISC-B 2016 melawan tuan rumah PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo belum lama ini.
Komisi Disiplin ISC 2016 sebelumnya juga telah menjatuhkan sanksi berupa larangan bermain selama enam bulan dan denda masing-masing sebesar 50 juta rupiah untuk lima pemain Persinga yaitu Slamet Hariyadi, Andre Eka Prasetya, M. Fatkhur Rosi, M. Zamnur, dan Moch. Pujiantoro.
Persinga sendiri tidak terima dengan keputusan tersebut. Sekretaris Tim Persinga, Gembong Pranowo, justru merasa janggal dengan sanksi berat tersebut dan menduga ada kepentingan tertentu di balik masalah ini.
Persaingan Grup 5 ke babak 16 besar sedang panas. Kami curiga ada yang bermain dalam kasus kami. Terutama soal begitu cepat terbitnya Surat Keputusan (SK) diskualifikasi, selidik Gembong Pranowo.
Apalagi, kami banyak temukan kejanggalan dan keanehan terkait SK tersebut, imbuh praktisi hukum yang juga politikus Partai Demokrat ini.

talkfusion-erfolg.com SITUS TOGEL ONLINE TERPERCAYA dan terbaik, bandar judi terbesar, daftar info agen betting aman,resmi Indonesia Sumber: Sidomi