Warga Hong Kong Selundupkan Burung Langka dari Yogyakarta

Yogyakarta – Warga Negara Asing (WNA) asal Hong Kong, Wong King Fu Louis, ditangkap petugas Bandara Adisutjipto Yogyakarta karena berusaha menyelundupkan puluhan burung langka, tanpa dokumen resmi. Komandan Lanud Adisutjipto, Marsma Novyan Samyoga, mengatakan, petugas gabungan dari petugas avsec bandara, Satpom AU, Intel AU, Polisi, dan Petugas Balai Karantina Pertanian berhasil mengagalkan upaya penyelundupan tersebut karena mencurigai isi koper Wong King Fu Louis yang tidak terdeteksi dengan alat pendeteksi X-Ray. Terbukti, dalam koper itu terdapat 34 burung dari berbagai jenis ke dalam kotak kayu dan botol air mineral yang sudah dilapisi dengan alumunium foil. Lalu kotak-kotak tersebut dimasukkan ke dalam koper dan dicampur dengan baju-baju. “Pelaku mencoba mengelabui petugas dengan menggunakan alumunium foil itu. Tetapi karena tidak terdeteksi, justru membuat petugas curiga sehingga dilakukan pemeriksaan fisik, dan benar isinya adalah burung yang coba diselundupkan,” terang Danlanud, Selasa (8/11). Tersangka yang akan ke Singapura dengan direct flight dari Yogyakarta pukul 06.30 WIB, harus digelandang ke Balai Karantina Pertanian kelas II Yogyakarta untuk interogasi lebih lanjut. Berdasar pemeriksaan awal, petugas menemukan burung jenis Srindit, Penthet Albino, Kutilang Mas, Pleci, Rio Rio, dan Decu dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Satu burung jenis Srindit sudah mati, sedang lainnya tampak lemas karena kekurangan oksigen. Kepala Balai Karantina Kelas II Yogyakarta Wisnu Haryana mengatakan, pelaku akan membawa burung-burung tersebut ke Singapura menuju Hongkong via Singapura, dan diindikasikan sebagai penyelundupan yang dibuktikan dengan pengemasan satwa secara rapi. “Dengan pengemasan yang rapi dengan kotak kayu dan botol air mineral tampaknya memang ada indikasi penyelundupan, apalagi tidak ada dokumen sama sekali,” ujarnya. Tim Polisi Hutan BKSDA DIY memastikan 3 jenis burung yang dilindungi yakni Kakatua Govini, Luntur Jawa dan Kolibri yang akan diselundupkan. “Total, burung langka yang dilindungi 15 ekor yakni Kakatua Govini 4 ekor, Luntur Jawa 9 ekor dan Kolibri 2 ekor. Lainnya, 10 ekor Srindit, 2 ekor Penthet Albino, 4 ekor Kutilang Mas, 1 ekor Pleci, 1 ekor Rio-Rio, dan 1 ekor Decu,” katanya. Fuska Sani Evani/FER Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu