UEFA Larang Stark Pimpin Sisa Laga Liga Champions

Wolfgang Stark adalah calon kuat pemimpin laga final Liga Champions musim ini. UEFA memutuskan bahwa Wolfgang Stark takkan lagi menjadi wasit di Liga Champions musim ini menyusul keputusan kontroversial wasit asal Jerman ini di leg pertama perempat final antara Paris Saint-Germain dan Barcelona. Stark dilaporkan sedang berada di garis depan sebagai calon wasit laga final Liga Champions musim ini andai kata Bayern Munchen dan Borussia Dortmund tak lolos ke partai puncak di Wembley. Namun, stasiun televisi Catalan, Esports 3 , mengklaim bahwa pengadil lapangan hijau berusia 43 tahun tersebut telah dibekukan dari tugasnya oleh Komite Wasit UEFA, Selasa (9/4). Stark dianggap melakukan tiga kesalahan teknis dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2 di Paris, Perancis. Stark memaksa Jordi Alba dam Javier Mascherano untuk menerima perawatan medis di luar lapangan dan melanjutkan pertandingan tanpa kehadiran mereka. Padahal, Statuta UEFA menyebut permainan harus dihentikan jika ada dua atau lebih pemain yang membutuhkan perawatan, wasit harus membantu mereka, serta para pemain harus kembali dari garis tengah. Tidak satupun dari tiga peraturan tersebut dilaksanakan dalam insiden yang melibatkan Alba dan Mascherano. Keputusan wasit untuk mengesahkan gol Zlatan Ibrahimovic ketika striker Les Parisiens ini telah berada dua meter dalam posisi offside juga dikritik oleh El Blaugrana. Sergio Busquets, Dani Alves serta Jordi Roura mempimpin protes tersebut hingga berujung pada kiriman keluhan resmi kepada UEFA, Kamis (4/4). “Klub telah menulis surat kepada UEFA karena serangkaian insiden di lapangan dalam sudut pandang secara objektif bahwa wasit tidak menerapkan aturan permainan,” ujar juru bicara Barcelona, Toni Freixa, kala itu.

Sumber: Supersoccer.co.id