Pertama di Indonesia, Antam Jual Green Fine Aggregat

Jakarta – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk melakukan penjualan perdana produk Green Fine Aggregat (GFA) melalui Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor. GFA merupakan upaya inovasi bidang pengelolaan lingkungan berupa pemanfaatan tailing pengolahan emas menjadi bahan baku material konstruksi. Penjualan ini merupakan bagian dari tahap komersialisasi produk GFA setelah diresmikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pada 12 April 2016 lalu. Direktur Operasi Antam Agus Zamzam Jamaluddin mengatakan pemanfaatan tailing menjadi produk yang bernilai tambah ini merupakan salah satu wujud good mining practice . Perseroan berupaya menekan serendah mungkin dampak lingkungan dari aktivitas operasional penambangan. “Pemanfaatan GFA merupakan yang pertama kalinya di Indonesia. GFA saat ini tidak hanya untuk keperluan internal namun dapat dimanfaatkan masyarakat, bahkan bernilai ekonomis dan mampu diserap pasar karena ramah lingkungan,” kata Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/12). Agus menerangkan GFA adalah material sisa proses pemisahan mineral emas dan perak dari bijih (ore) di tambang emas Pongkor. Di dunia pertambangan, pengelolaannya lebih banyak dilakukan dengan ditempatkan di tailing storage facility (TSF) yang merupakan metode serupa dengan landfill. Demikian pula yang dilakukan di tambang emas Pongkor. Dikatakanya, GFA dimanfaatkan sebagai komponen penyusun beton menggunakan metode solidifikasi dan geopolimerisasi untuk komponen bahan bangunan di antaranya batako, paving block, cone block, kanstein, bata ringan, bata press, panel/tiang beton, rigid pavement untuk jalan, u-ditch, v-ditch, ubin beton, genteng, serta ornamen beton dan median jalan. Pada penjualan perdana ini tercatat telah terjual 20.527 buah ubin, 16.422 genteng, 20.363 batako dan berbagai varian lain. “Di sisi lain pemanfaatan GFA juga bermanfaat mengurangi beban lingkungan sekaligus keberlanjutan daerah operasional sejalan dengan rencana pascatambang Pongkor,” ujarnya. Pemanfaatan GFA telah mendapatkan izin melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 07.86.10 Tahun 2014 Tentang Izin Pemanfaatan Limbah B3 PT Antam (Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kini GFA juga telah bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Rangga Prakoso/WBP BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu