Jokowi: Situasi Jelang Pilgub DKI Jangan Rugikan NKRI

Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, suasana politik yang kian memanas jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tidak perlu dikhawatirkan. “Sebetulnya dalam setiap pilkada, baik pemilihan wali kota, wakil wali kota, pemilihan bupati dan wakil bupati, pemilihan gubernur dan wakil gubernur, biasa di mana-mana pasti suhunya hangat. Dinamikanya pasti lebih tinggi dibanding keadaan normal, biasa itu, biasa itu biasa. Sehingga ini (Pilgub DKI) juga sebetulnya dinamika biasa,” kata Jokowi didampingi Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/11). Namun Jokowi mengakui kondisi menjadi tidak stabil karena ada pihak yang menunggangi situasi atau memanfaatkan kesempatan demi kepentingan pilkada. Untuk itu, Jokowi kembali menegaskan bahwa jangan sampai situasi yang memanas tersebut mengancam keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Yang paling penting sekali lagi jangan merugikan NKRI, jangan melemahkan Bhinneka Tunggal Ika, jangan apalagi merongrong Pancasila. Prinsipnya itu saja,” tegas Jokowi. Sikap tenang yang berusaha ditunjukkan Jokowi berbanding terbalik dengan safari Presiden mulai ke kepolisian, TNI, serta tokoh ulama pascaaksi demonstrasi pada 4 Nopember lalu. Bahkan Jokowi dua kali bertemu dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri untuk menyikapi aksi demonstrasi lanjutan pada 2 Desember mendatang. Novi Setuningsih/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu