Hizbut Tahrir Gelar Konferensi Internasional Bahas Feminisme Islam

Rimanews – Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir menggelar Konferensi Perempuan Internasional yang berlangsung di Kota Bogor, Jawa Barat, membahas mengenai isu feminisme Islam yang tidak sejalan dengan syariat. “Masifnya gerakan feminisme yang menyerukan kesetaraan gender dan pemberitaan media-media kapitalis serta dunia barat tentang syariat Islam, yang tidak memberikan hak kebebasan untuk kaum perempuan melatar belakangi terlaksananya konferensi perempuan internasional ini,” kata Fika Komariah dari Kantor Pusat Media Hizbut Tahrir untuk Asia Tenggara di Bogor, Sabtu (28/3). Baca Juga Mahasiswi Tewas di Cafe Palangkaraya Wika Garap Proyek BORR Seksi II B Loyalis Anas merapat ke Hanura, Demokrat cuek Fika mengatakan konferensi ini diselenggarakan serentak di lima negara yakni Palestina, Tunisia, Inggris, Turki dan Indonesia. Acara diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai kalangan yakni jurnalis, politisi, akademisi, aktivis, pengacara perempuan, dan ulama muslimah. “Dalam konferensi ini kami ingin menyuarakan, membongkar faham feminisme dan liberalisme yang menggunakan isu perempuan untuk menyudutkan dan mempersalahkan syariat Islam,” katanya. Iffah Ainur Rochmah selaku juru bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menjelaskan, narasi yang disampaikan oleh dunia barat atau negara kapitalis bahwa syariat Islam tidak manusiawi terhadap perempuan. Seperti larangan menggunakan burka, poligami, atau hukum cambuk yang diberlakukan oleh Aceh, Indonesia, Honor Killing di Paskitan, dan Hudud di Malaysia. “Kami ingin membongkar narasi bohong yang diserukan dunia barat dan feminisme, mengklarifikasi tuduhan tersebut dan mengoreksi dengan menawarkan perubahan,” katanya. Dijelaskannya, penerapan syariat Islam tidak bisa secara parsial atau lokal, tetapi harus menyentuh semua tingkatkan mulai dari kenegaraan hingga pemerintahan di daerah. Seperti hukum cambuk yang dilakukan Aceh juga tidak sepenuhnya benar karena daerah tersebut masih menerapkan sistem kapitalis, sehingga cambuk yang merupakan hukum Islam menjadi permasalahan bagi dunia barat dan gerakan feminisme. Dikatakannya hak-hak perempuan dalam Islam sangatlah dihormati, salah satunya dari pernyataan Rasulullah SAW agar kita selalu menghormati ibu sebanyak tiga kali baru ayah. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Hizbut Tahrir , Konferensi Internasional , Feminisme , Bogor , Peristiwa , Nasional

Sumber: RimaNews