Ini Sikap Kemenpora Terkait Rangkap Jabatan di PSSI

Gatot S. Dewa Broto dari Kemenpora mengatakan bahwa hal tersebut harus dikembalikan kepada aturan yang ada.
Terkait hal tersebut (rangkap jabatan Ketua Umum PSSI), kami tentu saja harus kembali kepada regulasi, tandas . Dewa Broto selaku Deputi IV Bidang Olahraga dan Peningkatan Prestasi Kemenpora, di Jakarta beberapa waktu lalu.
Untuk regulasi yang ada saat ini, disebutkan dalam Pasal 40 Sistem Keolahragaan Nasional bahwa yang tidak boleh merangkap jabatan hanya untuk di KONI, baik di pusat maupun daerah. Tetapi untuk induk cabang olahraga, tidak disebutkan secara langsung, imbuhnya.
Semoga siapa pun nanti yang terpilih bisa mengemban amanah dengan baik dan memajukan PSSI, tutup . Dewa Broto.
Apa yang dikatakan oleh . Dewa Broto tersebut sebenarnya berbeda dengan pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang sebelumnya dengan tegas melarang Ketua Umum PSSI merangkap jabatan.
Tidak boleh (rangkap jabatan), olahraga ini tidak boleh diurus setengah hati. Olahraga harus diurus sepenuh hati dengan waktu yang penuh, tidak boleh disambi karena tanggung jawabnya berat. Ke depan, kalau ada persoalan, pasti pemerintah yang disorot, tandas Menpora.
Sekarang kalau ke depan ada soal, pasti nanti pemerintah yang disorot. Padahal ada organisasi yang bertanggung jawab. Ada Pengurus Besar/Pengurus Pusat, KONI dan sebagainya. Karenanya, warning pemerintah harus didengar betul, tambahnya.
Dari kandidat calon Ketua Umum PSSI periode 2016-2020, setidaknya ada dua orang yang hingga saat ini masih mengampu jabatan lain, yaitu Edy Rahmayadi yang menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dan Eddy Rumpoko yang tidak lain adalah Wali Kota Batu, Malang.

talkfusion-erfolg.com www bola88 com Sumber: Sidomi