KISAH TRAGIS Elpiji Meledak, 4 Orang Satu Keluarga di Tasikmadu Karanganyar Alami Luka Bakar

Kisah tragis menimpa satu keluarga di Desa Kalijirak, Tasikmadu Karangananyar. Solopos.com, KARANGANYAR– Empat orang warga Dusun Belem, Desa Kalijirak, Tasikmadu mengalami luka bakar setelah tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram di rumah itu meledak pada Kamis (18/8/2016) malam. Empat orang yang menjadi korban ledakan tabung elpiji itu adalah Ida Liana, 27, Doni, 29, Visa Mutia Dela, 7, dan Tony, 27. Ida, Doni, dan Visa adalah keluarga sedangkan Tony adalah adik dari Doni. Informasi yang dihimpun Espos, Ida dan Tony harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami luka bakar pada muka, tangan, dan kaki. Ida dirawat di RS PKU Muhammadiyah Papahan, Tasikmadu sedangkan Tony dirawat di RS Dr. Oen, Solo. Doni dan Visa menjalani rawat jalan karena luka bakar tidak terlalu banyak. Doni mengalami luka bakar pada kaki dan tangan sedangkan Visa mengalami luka bakar pada tangan. Ayah Ida, Daliman, menceritakan kondisi saat kejadian. Menurut Daliman, Ida hendak memasak air untuk mandi. Kebiasaan itu selalu dilakukan setelah Ida pulang kerja dari pabrik di Jaten. Saat kejadian, Ida pulang sekitar pukul 23.00 WIB. Dia hendak menyalakan kompor gas untuk memasak air. Saat itulah, terjadi ledakan. Dony, Tony, dan Visa yang berada di ruang depan sedang menonton televisi kaget. Mereka mendengar ledakan dan teriakan Ida. “Suaminya [Doni] masuk dapur lalu kesembur api. Anaknya nyusul karena dengan ibunya teriak. Cucu saya kena api. Lalu terakhir Tony. Masuk dapur langsung kena semburan api,” kata Daliman saat ditemui wartawan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Kamis (25/8/2016). Daliman menyampaikan akibat ledakan itu, atap rumah bagian dapur rusak parah. Selain itu, sejumlah perabot rumah tangga yang ada di dapur hingga ruangan dekat tempat menonton televisi juga rusak. “Wah rusak mbak. Pecah kaca lemari. Perabot rumah juga rusak. Atap bagian dapur itu rusak. Enggak ada atapnya,” ujar dia. Padahal, di rumah Doni itu terdapat puluhan tabung elpiji. Api tidak menyambar tabung gas elpiji yang disimpan di bagian lain rumah. Doni bekerja sebagai sopir truk yang mengantarkan tabung elpiji ke pangkalan. Adiknya, Tony, berada di rumah itu setelah membantu mengantarkan tabung elpiji ke sejumlah pangkalan di Karanganyar. “Jadi itu gara-gara selang yang menyambungkan tabung gas ke kompor gas itu ada yang sobek. Lalu saat menyalakan kompor itu langsung meledak,” tutur dia. Menurut Daliman, Ida sempat mengatakan kepada suaminya bahwa dia mencium bau di sekitar kompor gas. Pernyataan itu disampaikan Ida sesaat sebelum menyalakan kompor gas. “Ida bilang ‘kok mambu koyo kecut-kecut ya mas’. Tetapi nekat menyalakan kompor,” ungkap dia. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, didampingi sejumlah pejabat seperti Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Karanganyar, Agus Heri Bindarto, dan pengurus Baznas Karanganyar, menjenguk empat korban ledakan tabung elpiji. Samsi mengatakan kejadian itu harus menjadi pelajaran bagi masyarakat. Dia berharap masyarakat berhati-hati menggunakan kompor gas. “Kalau mencium bau gas, jangan langsung menghidupkan kompor. Teliti dulu sampai bau itu hilang. Apalagi kalau ada bunyi mendesis. Harus hati-hati dan waspada,” tutur Samsi saat ditemui wartawan seusai menjenguk Ida, Dony, dan Visa di RS PKU Muhammadiyah Papahan, Tasikmadu. Pemkab bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Karanganyar memberikan bantuan kepada empat korban ledakan tabung gas elpiji. “Bantuan, semoga dapat menghibut korban ledakan tabung gas elpiji.” lowongan kerja lowongan kerja PT. KEBAKKRAMAT ELANG PERKASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos