Karanganyar Dapat Tambahan Pasokan Elpiji 3 Kg 700 Tabung/ Hari

Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemkab Karanganyar mendapat tambahan pasokan elpiji 3 kg sebanyak 700 tabung/ hari. Solopos.com, KARANGANYAR -Kabupaten Karanganyar mulai digelontor pasokan tambahan elpiji tiga kilogram sebanyak 700 tabung per hari, Kamis (1/9/2016). Pengiriman pasokan tambahan berlangsung 26 hari. Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Karanganyar, Timotius Suryadi, saat dihubungi Solopos.com melalui telepon seluler (ponsel). “[Kemarin] Hari ini pasokan tambahan elpiji tiga kilogram sudah mulai dikirim, sekitar 700 tabung. Sesuai penjelasan Pertamina, pengiriman pasokan tambahan selama 26 hari,” tutur dia. Timo, panggilan akrab dia, menjelaskan pasokan tambahan dibagi rata ke semua agen elpiji tiga kilogram. Penyaluran elpiji tambahan dilakukan bersamaan dengan pengiriman elpiji reguler. Baca juga : Pemkab Karanganyar Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg Langkah tersebut dilakukan lantaran mulai ada kekosongan stok di sejumlah pangkalan. “Dirasakan mulai ada kekosongan di beberapa pangkalan, sehingga kami minta tambah,” kata dia. Timo, panggilan akrabnya, menilai kekosongan stok elpiji tiga kilogram di beberapa pangkalan terjadi lantaran tingginya penggunaan. Hal itu tak lepas dari kemeriahan HUT kemerdekaan RI. “Belum langka, masih aman. Pasokan tambahan segera dikirim. Kondisi ini terjadi karena banyaknya kegiatan memeriahkan HUT RI di seluruh wilayah Karanganyar,” terang dia. Penjelasan senada disampaikan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo di kantornya. “Ternyata banyaknya kegiatan perayaan HUT kemerdekaan membuat konsumsi elpiji naik,” tutur dia. Rohadi menjelaskan Pemkab sudah melayangkan surat resmi kepada Pertamina dan Hiswana Migas akhir Agustus. Penambahan pasokan akan dilakukan mulai awal September ini. “Perkiraan saya tambahan pasokan dikirim pekan ini. Penyaluran tambahan gas ini sesuai distribusi yang ada. Bila dulu dapat suplai 30 tabung, ya nanti tambah jadi 60 tabung,” imbuh dia. Rohadi mendapat laporan minimnya stok gas elpiji dari beberapa wilayah seperti Colomadu, Jaten, Kebakkramat, Tasikmadu, dan Karanganyar. Diduga minimnya stok merata di 17 kecamatan. “Belum termasuk kategori kelangkaan gas elpiji, baru sebatas stok yang kurang. Saya mendapat keluhan dari beberapa kecamatan. Kekurangan stok ini merata di 17 wilayah kecamatan,” ujar dia. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan distribusi elpiji tambahan melalui rantai distribusi reguler. Metode operasi pasar dilakukan bila kekurangan elpiji tidak merata. “Bila kekurangan stok hanya terjadi di titik-titik tertentu, metode yang paling tepat adalah operasi pasar [OP]. Tapi ini tidak begitu karena situasi kekuerangan stok terjadi merata,” sambung dia. Rohadi menilai kekurangan stok elpiji bukan karena adanya konsumsi di sektor pertanian. Kendati diakui dia ada sebagian petani yang menggunakan elpiji tiga kilogram untuk pertanian. “Memang ada petani yang mengganti BBM dengan gas. Tapi jumlahnya tidak terlalu tinggi. Ada, tapi tidak banyak. Selama ini hal itu belum jadi permasalahan yang krusial,” kata dia. lowongan kerja lowongan kerja SPBU ARDIFA GRUP, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos