Isu Kebangkitan Komunis Digulirkan untuk Bungkam Kebebasan

Rimanews – Ketua Setara Institute Hendardi menilai propaganda kebangkitan komunisme adalah modus lama untuk membungkam kebebasan warga dan menghalang-halangi upaya pengungkapan kebenaran dan pemulihan hak korban peristiwa 1965. “Presiden Joko Widodo harus memastikan apakah betul propaganda kebangkitan komunisme adalah modus lama itu,” kata Hendardi di Jakarta, Kamis (12/05/2016). Baca Juga Bukan main bom, Djarot cerita Islam di Indonesia Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Dora girang Aiptu Sutisna cabut laporan Hendardi menilai pernyataan Presiden yang disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Polri Jenderal Polisi Badrodin Haiti terkait langkah menghadapi dugaan kebangkitan komunisme merupakan bentuk kemunduran sikap pemerintah yang sedang berupaya menyelesaikan kasus 1965. “Kemungkinan Presiden memperoleh masukan yang tidak tepat dari pihak-pihak tertentu yang ingin membelokkan fenomena intoleransi yang terjadi dalam bentuk pembubaran kegiatan masyarakat sebagai bentuk bentuk kebangkitan komunisme,” tuturnya. Menurut Hendardi, masyarakat Indonesia tentu paham bahwa Indonesia masih memiliki Tap MPRS nomor XXV tahun 1966 dan UU No. 27 Tahun 1996 tentang perubahan pasal 107 KUHP yang melarang komunisme. Namun, penerapan ketentuan itu yang membabi buta merupakan tindakan yang membahayakan demokrasi dan hak asasi manusia. “Selama ini tuduhan kebangkitan komunisme tidak pernah bisa diverifikasi dan dibuktikan oleh pemerintah karena merupakan propaganda tanpa indikasi dan bukti yang kuat,” katanya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : komunis , palu arit , Keamanan , Nasional

Sumber: RimaNews